Pasang CCTV dan Metal Detector, Israel Dinilai Picu Situasi Makin Buruk di Al Aqsa

Internasional3 Dilihat

Jakarta, Liputan.co.id – Mesjid Al Aqsa di Yerusalem dikhabarkan sudah dibuka kembali untuk umum secara bertahap. Namun pengamanan yang dilakukan dinilai terlampau berlebihan dan kelewat batas untuk warga Palestina yang hendak beribadah dengan cara memasang CCTV dan metal detector.

“Pemasangan CCTV dan metal detector di kawasan Mesjid Al Aqsa itu juga tindakan yang semakin menjadi-jadi,” kata Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi’ Munawar, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Pasca kejadian penembakan polisi Israel lanjutnya, negeri yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu punya beribu alasan untuk membatasi dan bahkan melakukan tindakan kekerasan kepada warga Palestina yang hendak beribadah di Mesjid Al Aqsa.

“Alih-alih meminta maaf dan bertanggung jawab atas penembakan mufti besar Imam Mesjid Al Aqsa, saat ini Israel justru melakukan berbagai tindakan yang kontraproduktif dalam upaya mencari usaha damai,” tegasnya.

Kebijakan pembatasan yang berlebihan lanjut politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, sejatinya akan semakin menumbuhkan konflik yang berkepanjangan dan membawa kondisi krisis di Al Aqsa semakin memburuk.

“Sikap Israel pada dasarnya telah melanggar kedaulatan masyarakat Palestina untuk beribadah, karena telah membatasi dengan semena-mena akses terhadap situs suci Mesjid Al Aqsa,” tegasnya.

Selain itu, Rofi juga menyesalkan lambatnya sikap tegas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap rangkaian kekerasan yang dilakukan oleh pihak Israel dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

“Sikap PBB ini sangat disayangkan dan secara pasti kondisi tersebut semakin meneguhkan posisi Israel yang sewenang-wenang,” jelas Rofi’.

Terakhir, wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur itu mendorong komunitas internasional untuk berperan aktif dalam mewujudkan kondisi kondusif di Mesjid Al aqsa.

“Sikap Indonesia terhadap kedaulatan Palestina jelas dan tegas, hal ini sesuai dengan nilai-nilai politik luar negeri Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi. Sejalan dengan sikap itu sudah banyak ratifikasi yang ditorehkan oleh Indonesia, seperti menginisiasi Piagam Dukungan Palestina di Konferensi Asia Afrika (KAA) dan mendukung resolusi terbaru UNESCO terkait Mesjid Al Aqsha,” ungkapnya. (zul)