Politikus PKS Minta Indonesia Lebih Keras Hadapi Miyanmar

Ragam71 Dilihat

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Haris Almasyhari menyatakan apresiasi terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyesalkan telah terjadinya krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bukan sebatas menyesalkan, tapi sudah berbentuk kecaman dan aksi nyata.

“Pernyataan Presiden Jokowi menyikapi kekerasan dan krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya sudah lama kita tunggu dan saya dukung penuh, jangan ada lagi pembantaian dan pembunuhan di Rohingya,” kata Kharis, lewat rilisnya, Senin (4/9/2017).

Presiden sudah menegaskan bahwa perlu aksi nyata, bukan hanya pernyatan kecaman-kecaman, dan pemerintah berkomitmen terus untuk membantu kriris kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil Indonesia dan juga masyarakat internasional.

Oleh karena itu, Kharis mendesak agar semua yang bersalah harus diadili dan diseret ke Mahkamah Internasional. “Indonesia bisa melakukan itu, sebab kejadiannya sudah berulang-ulang, nyawa manusia seperti mainan di Rohingya,” tegas Kharis.

Sebagaimana disampaikan Jokowi, bahwa Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia di Miyanmar telah ditugaskan berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk meminta pemerintah Myanmar menghentikan dan mencegah kekerasan serta melindungi semua warga termasuk muslim di Myanmar dan memberikan akses bantuan kemanusiaan.

“Saya apresiasi langkah Menlu RI dan Dubes, namun Pemerintah harus lebih keras memberikan sanksi ekonomi kalau perlu Asean mengembargo Myanmar agar tidak mengulangi kejahatan terhadap rakyatnya sendiri,” tegas Kharis.

Selain itu ujar Kharis, Presiden Jokowi juga telah mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan pada Januari dan Februari berupa 10 kontainer juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang dimulai Oktober yang akan datang di Rakhine State.

“Perlu diingat bantuan harus diberikan langsung ke rakyat Rohingya yang terusir dan berduka, jangan diserahkan ke pemerintah Myanmar, baik bantuan dari NGO kita maupun Pemerintah RI dan pastikan tidak ada lagi pengusiran, pembunuhan terhadap rakyat yang tidak bersalah,” kata Kharis.

Terakhir, wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah V itu meminta agar Indonesia yang telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan agar tetap membuka pintu bagi semua pengungsi Rohingya demi kemanusiaan. “Masalah Rohingya akan menjadi perhatian kita, ini tragedi kemanusiaan bukan hanya bagi umat Islam tapi semua manusia, maka kita semua harus membantu kesusahan dan penderitaan mereka dengan apapun yang kita bisa,” imbuhnya.

Komentar