Sesjen MPR: Tak Harus Bahasa Resmi. Yang Penting Pesan Empat Pilar Dipahami Publik

Ragam60 Dilihat

Semarang, liputan.co.id – Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR RI, Ma’roef Cahyono menyatakan gaya dan cara penyampaian materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI selalu disesuaikan dengan komunitas yang sedang mengikuti sosialisasi.

“Pokoknya, silakan memakai bahasa-bahasa dan gaya yang sesuai dengan profesi, umur serta kebiasan di yang berlaku dalam satu entitas. Tak perlu harus bahasa resmi. Yang penting pesan empat pilarnya bisa diterima dan dipahami masyarakat,” kata Ma’ruf, saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, kepada 50 netizen, di Kota Semarang Jawa Tengah, Sabtu (16/9/2017).

Dengan cara dan bahasa yang disesuaikan dengan entitas masing-masing lanjutnya, program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bisa berjalan secara baik dan masyarakat luas bisa menerimanya.

Selain itu, Ma’ruf juga menjelaskan penggunaan istilah yang semula Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara menjadi Empat Pilar MPR RI. “Frase Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara digugat oleh sebagian masyarakat di Mahkamah Konstituti, akhirnya MPR menggantinya dengan frase Empat Pilar MPR RI,” ungkapnya.

Karena MK sudah memutuskan dan MPR juga menyesuaikannya. maka masalah ini tak perlu terus dipersoalkan. “Kita jangan hanya ribut soal terminologi terusa, yang penting adalah bagaimana penerapannya,” imbuh Ma’ruf.

Komentar