Sukamta: Tragedi Rohingya, Pengingat Pentingnya Merawat Kebhinekaan

Ragam80 Dilihat

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengingatkan masyarakat Indonesia perlu melihat persoalan Rohingya lebih jernih agar tidak terjebak dengan sentimen negatif dan tidak merembet menjadi sentimen kebencian antar-agama di Indonesia.

Untuk itu menurut Sukamta, menjadi tugas bagi para pemimpin, tokoh agama dan juga para ulama untuk memberikan penjelasan secara utuh agar tidak terjebak dengan informasi yang beredar di media sosial yang kadang tidak jelas sumbernya.

“Elite bangsa ini harus menjelaskan bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan kepada warga sipil tidak bersenjata apalagi kepada kalangan perempuan dan anak-anak,” kata Sukamta, lewat rilisnya, Rabu (6/9/2017).

Kebrutalan yang menimpa warga Rohingya ujarnya, jelas telah mengarah kepada genosida, dan semua orang yang beragama pasti mengutuk tindakan tersebut.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, yang sering membuat konflik etnis menjadi runyam dan semakin brutal karena ditunggangi oleh kepentingan politik dan ekonomi.

Di komunitas apa pun lanjutnya, selalu ada orang-orang atau kelompok yang berpikir dan bertindak ekstrem. Kondisi ini yang sering kali mudah dijadikan tunggangan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik maupun ekonomi.

“Jadi yang salah bukan agamanya, agama pasti mengajar kebaikan. Maka tidak boleh kita membenci agama yang berbeda dengan keyakinan kita. Yang kita benci adalah perilaku yang brutal, yang tidak manusiawi yang dilarang oleh agama,” tegasnya.

Peristiwa Rohingya menurut Sukamta, juga menjadi pengingat yang penting bagi Indonesia agar tidak terjebak kepada konflik sosial yang tidak perlu. Myanmar negara yang kurang berkembang secara ekonomi karena terbebani konflik bersenjata dengan berbagai etnis yang masih berlangsung.

“Sekali bangsa kita masuk wilayah konflik, akan sulit keluar. Maka kebhinnekaan di Indonesia harus dijaga dan dirawat sebagai modal berharga untuk memajukan Indonesia”, imbuhnya.

Komentar