Di Forum Parlemen Dunia, Delegasi DPR Ajak Kawasan Teluk Tiru Rekonsiliasi Palestina

Internasional3 Dilihat

Jakarta, liputan.co.id – Sebagai anggota tetap Komisi Timur Tengah InterParliamentary Union (IPU), Delegasi DPR RI, mengungkap rasa gembiranya atas kesepakatan rekonsiliasi Fatah-Hamas yang sukses ditandatangani Kamis (12/10) lalu.

Hal tersebut dinyatakan anggota Delegasi Delegasi DPR RI, Rofi’ Munawar, di depan sidang Middle East Questions, 137th Inter Parliamentary Union, di Saint Petersburg Russia 12-18 Oktober 2017.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi kesepakatan rekonsiliasi Palestina. Itu torehan yang sangat positif dan produktif,” kata Rofi’, lewat rilisnya, Senin (16/10/2016).

Lebih lanjut Rofi’ meminta negara-negara Teluk meniru langkah positif rekonsiliasi Palestina. “Palestina sudah berada di jalur yang tepat. Saya ajak negara-negara Teluk ikuti jejak rekonsiliasi Palestina. Rekonsiliasi jalan terbaik. Kita akan terus dorong dialog antar-mereka,” tegas dia.

Selain itu, Rofi’ juga berharap rekonsiliasi tersebut berdampak positif bagi perjuangan Palestina. “Semua pihak yang terlibat rekonsiliasi terutama Hamas dan Fatah harus memegang komitmen terhadap butir-butir kesepakatan itu, terutama untuk mengakhiri perpecahan yang sudah berlangsung hampir satu dekade, dan memperkuat posisi Palestina sebagai negara yang berdaulat,” imbuh Rofi’.

Terkait konflik Teluk, ia mengungkapkan keprihatinan mendalam. Konflik Teluk kata Rofi’, sangat mencemaskan, sangat berpotensi menyulut konflik lebih terbuka. “Indonesia sangat prihatin atas situasi tersebut. Ini harus secepatnya diakhiri,” tegas Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Rofi’ meyakinkan negara-negara yang terlibat konflik di Teluk untuk melihat kembali situasi saat ini di kawasan. “Saya mengajak mereka untuk melihat kembali apa manfaat dari isolasi yang potensial menyulut konflik ini. Saudi, Emirat, Bahrain, Mesir dan Qatar, semuanya sahabat dan mitra strategis Indonesia. Kita tidak dalam posisi mendukung ini atau itu. Semuanya sangat penting,” imbuh dia.

Terkait peran parlemen atas konflik tersebut, politikus dari daerah pemilihan Jawa Timur VII itu menyarankan parlemen dari negara-negara Teluk ikut berperan aktif mencarikan solusi.

“Posisi Indonesia di Komisi ini adalah mengajak anggota parlemen negera-negera Teluk untuk duduk bersama, berbicara dan bertukar pandangan, saling mendengar untuk solusi yang tepat bagi stabilitas kawasan. Kita sudah menawarkan diri untuk menjadi mediator,” pungkas Rofi’.

Komentar