Dunia Kecewa, Trump Berpihak ke Israel

Internasional1 Dilihat

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut Kota Yerusalem adalah Ibu Kota abadi negara Palestina.

“Keputusan Trump memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, berarti Amerika Serikat mencabut peran mediator perdamaiannya Israel-Palestina. AS telah memihak Israel,” kata Abbas, Rabu, (6/12).

Kelompok Hamas Palestina menuduh Trump melakukan agresi mencolok terhadap rakyat Palestina. Gerakan Trump sangat melukai bangsa Arab.

Orang-orang Palestina bahkan mematikan lampu Natal di tempat kelahiran Isa di Betlehem pada hari Rabu malam. Mereka sangat terluka dan memprotes keras langkah Trump.

“Trump tak bisa terus berpihak kepada Israel mengenai isu-isu yang paling sensitif dan kompleks. Lalu di waktu yang sama berharap orang-orang Palestina untuk melihat Amerika sebagai broker yang jujur,” kata mantan Duta Besar AS untuk Israel Daniel Kurtzer.

Paus Fransiskus meminta status quo Yerusalem untuk dihormati. Cina dan Rusia menyatakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memperburuk permusuhan di Timur Tengah.

Pengadilan Kerajaan Saudi mengatakan, Pemerintah Saudi menyatakan penyesalan mendalam tentang upaya pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Sedangkan Juru Bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut keputusan AS tidak membantu dalam hal mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Menurut sejumlah diplomat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kemungkinan akan bertemu pada hari Jumat atas keputusan Trump.

Trump mengatakan, pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem bukan bermaksud menguntungkan Israel. Kesepakatan apapun yang melibatkan masa depan Yerusalem harus dinegosiasikan oleh para pihak.

Dia bersikeras kalau dia tidak memihak Israel dalam status akhir Yerusalem. Termasuk batas-batas spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem, atau resolusi perbatasan yang diperebutkan.

(Reuters/fjr)

Komentar