Pengelola App Jurdil 2019 Klaim Informasinya Tak Bias

Ragam63 Dilihat

Jakarta – Sistem Aplikasi Jurdil 2019 bukan hitungan cepat atau quick count namun sebuah aplikasi real quick count dengan cara mengolah data yang masuk dari 34 provinsi secara terus-menerus.

Demikian dikatakan pengelola App Jurdil 2019 Kelana Budi Mulia di acara talk show yang digelar oleh Bravos Radio Digital, dipandu Yayat R Cipasang dalam Forum Tebet, Jalan Tebet Barat Dalam IV nomor 5-7, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

“Data sementara dari 4 ribu lebih yang masuk dari 34 provinsi, menunjukkan bahwa pasangan calon presiden nomor urut 01 sebesar 37 persen sementara nomor urut 02 memperoleh 62 persen,” kata Mulia.

Dia akui bahwa real quick count Jurdil 2019 memang beda dengan data yang dikeluarkan KPU. Penyebabnya ujar Mulia, Jurdil 2019 memperkaya datanya dari media sosial dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan keabsahan data.

“Kita berusaha memberikan informasi tanpa bias. Dari awal memang angka 02 itu lebih tinggi dari 01,” tegas Mulia.

Dia jelaskan, Jurdil 2019 murni swadaya tanpa dibiayai oleh pihak manapun. “Jurdil 2019 ada atas kontribusi sejumlah profesional IT yang menyumbangkan ilmunya. Dalam bekerja, kami tidak memilah kantong-kantong suara dari masing-masing pasangan capres. Dari manapun data masuk, langsung kami olah. Itu sikap profesional kami. Kami buka diri untuk semua C1 yang masuk dan tidak mempertanyakan dari mana data itu datang,” ungkapnya.

Mulia juga memastikan bahwa App Jurdil 2019 akan terus mengawal suara pemilu 2019ini. “Betul kami tidak punya jaringan seluas KPU, tapi Jurdil 2019 akan bekerja secara objektif yang didukung oleh partisipasi masyarakat. Saya kembali mengimbau masyarakat untuk melaporkan kotak suara yang kini umumnya sudah sampai di kecamatan,” kata Mulia.

Dia tambahkan, soal siapa nanti yang menang, katakan 01, sepanjang prosesnya benar, Jurdil 2019 tidak akan menyoal. “Bukti bahwa kami bekerja secara profesional adalah tetap mengolah data 02 dari Batang yang memperoleh suara nol persen dan data 01 dari Sampang yang juga nol persen. Keduanya kami proses dalam sistem secara objektif,” ujarnya.

Di acara yang sama, CEO Bravos Radio Digital, Mochamad Sukarna menjelaskan bahwa radionya bersifat konvergensi dan efektif melawan hoaks serta tidak menggunakan jalur frekuensi.

Terkait dengan himbauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar media massa tidak menyiarkan real quick count, menurut Sukarna, Bravos tidak di jalur frekuensi tapi di jaringan internet.

“Belum ada yang atur penyiaran konvergensi, karena memang belum ada aturannya. Yang dibahas DPR sekarang penyiaran konvensional radio dan televisi pengguna frekuensi, bukan jaringan internet,” jelasnya.

Dia tambahkan, Bravos Radio Digital hanya menyampaikan informasi apa adanya, tidak menyiarkan atau membantu penyiaran hoaks. “Kebetulan hari-hari ini informasi pemilu yang lagi trend, maka kami juga masuk ke informasi tentang pemilu,” imbuhnya.

The post Pengelola App Jurdil 2019 Klaim Informasinya Tak Bias appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar