Maskapai Asing Masuk, Politikus PDIP Yakin Kompetisi Berjalan

Ragam60 Dilihat

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Rendy Lamadjido menilai masuknya maskapai asing ke dalam negeri akan membawa angin segar bagi masyarakat sebagai konsumen. Sebab kata Rendy akan menyeimbangkan kondisi pasar saat ini.

“Mereka (maskapai nasional dan asing) akan bersama-sama berkompetisi untuk mencari pasar,” kata Rendy, di Gedung DPR RI, Senayan – Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, tak sedikit maskapai asing menargetkan LCC dan berhasil di negara lain, serta mampu mempertahankan eksistensinya dengan harga LCC. “Jadi kalau mereka masuk, saya yakin kompetisi itu akan berjalan. Cuma memang perlu diperhatikan jangan sampai kehadiran mereka untuk memata-matai atau mengambil peta Indonesia, itu yang berbahaya. Tetapi pemerintah juga tidak bodoh, nanti operasionalnya tetap bisa dilakukan oleh orang Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkan Rendy, selama industri penerbangan masih cenderung duopoli, maka kedua pihak bisa bermain mata untuk menentukan tarif. “Seharusnya pemerintah dari awal memperhatikan tarif-tarif ini. Ketika maskapai Lion Air memprogramkan LCC, harus diawasi agar terjadi politik dagang. Nah, ini yang terjadi selama ini, sehingga menumbangkan maskapai lain. Begitu dia kuat dia bebas menentukan tarifnya sendiri,” kata Rendy.

Diketahui, pasar penerbangan domestik dikuasai oleh Garuda Indonesia Grup dan Lion Air Grup. Garuda Indonesia membawahi Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air Group. Sedangkan Lion Group memiliki anak usaha Batik Air, Wings Air, Thai Lion Air dan Malindo Air.

“Saya kira gagasan ini bisa mendinginkan situasi sepanjang dua raksasa ini tidak menurunkan tarif tiket, mereka juga tidak mau turun karena akan rugi. Sebenarnya jika Presiden sudah menginstruksikan turun, harusnya harga tiket turun meski BUMN itu rugi, sebab BUMN milik negara yang mana berada di bawah kewenangan pemerintah,” pungkas politikus PDIP ini.

The post Maskapai Asing Masuk, Politikus PDIP Yakin Kompetisi Berjalan appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar