Susun RUU Wilayah Negara, Komite I DPD RI Cari Referensi Ke Parlemen Rusia

Ragam69 Dilihat

Jakarta – Dua Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan 11 Anggota DPD Komite I DPD RI sejak 30 Juni sampai 6 Juli 2019 melakukan kunjungan ke Parlemen Rusia untuk meningkatkan persahabatan dan kerja sama antar-anggota Parlemen Indonesia dan Rusia.

Delegasi DPD RI ke Rusia dipimpin oleh dua Wakil Ketua DPD RI yaitu Nono Sampono dan Akhmad Muqowam serta 11 Anggota Komite I DPD RI yakni Jacob Esau Komigi, Nurmawati Dewi Bantilan, Badikenita Sitepu, Andi Surya, Nofi Candra, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Mohammad Sofwat Hadi, Syafrudin Atasoge, Abdul Azis, Abdul Qadir Amir Hartono dan Abudrachman Lahabato.

Lewat rilisnya, Sabtu (/7/2019), diterangkan bahwa kunjungan dilakukan untuk berdiskusi tentang pengelolaan wilayah negara. Nantinya, hasil diskusi ini akan digunakan sebagai referensi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Wilayah Negara.

Sebelum menggelar pertemuan dengan Dewan Legislatif Kota Saint Petersburg, Jum’at (5/7/19), Jacob Esau Komigi selaku juru bicara, mengatakan alasan memilih Rusia sebagai negara tujuan.

Indonesia dan Rusia ujar Jacob, memiliki banyak kesamaan. Secara geografis, Indonesia dan Rusia merupakan negara yang strategis karena berada di antara benua, di mana Indonesia diapit Benua Asia dan Australia. Sedangkan Rusia berada di antara Benua Eropa dan Asia. Selain diapit dua benua, kedua negara ini pun diapit oleh dua samudera. Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Pasifik, sedangkan Rusia diapit oleh Samudera Arktik dan Pasifik.

“Secara sosiologis, masyarakat Indonesia dan Rusia juga memiliki kesamaan karena memiliki masyarakat yang heterogen di mana terdapat banyak suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa dan sebagainya,” ujar Jacob.

Dihadapan anggota Dewan Legislatif Kota St. Petersburg, Jacob menjelaskan Indonesia menghadapi berbagai kondisi umum perbatasan yang kurang kondusif, mulai dari kondisi fisik perbatasan, kondisi infrastruktur pelayanan masyarakat, kondisi penduduk, kondisi perekonomian, kondisi sumber daya alam, kondisi pertahanan dan keamanan, sampai pada kondisi pemanfaatan ruang.

Akibatnya lanjut Jacob, berbagai aktivitas pelanggaran hukum lintas batas seperti illegal trading, illegal mining, illegal dredging/sand, illegal migration, illegal logging, human trafficking, people smuggling, penyelundupan barang, pencurian ikan (illegal fishing), perompakan (sea piracy), dan sebagainya sangat merugikan negara.

“Kunjungan kerja kami ke Rusia, pada dasarnya untuk berdiskusi mengetahui bagaimana pengelolaan wilayah negara di Rusia. Hal ini penting bagi kami, karena kawasan perbatasan merupakan manifestasi utama kedaulatan negara, di mana perbatasan mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya dan kepastian hukum bagi penyelenggaraan aktifitas kepemerintahan,” ungkap Jacob.

Dia berharap Dewan Legislatif Kota St. Petersburg dapat berbagi dengan Komite I tentang bagaimana pengelolaan wilayah negara yang berlaku di Rusia, baik dari aspek kelembagaan, kewenangan bahkan sistem atau model penegakan aturan tersebut sehingga dapat berjalan dengan efektif.

Dari pihak Dewan Legislatif Kota St. Petersburg sendiri menyambut baik kedatangan dan maksud tujuan komite I DPD RI untuk berdialog dengan parlemen mereka.

Wakil Ketua Dewan Legislatif Kota St. Petersburg, Anatoly Drozdov dan Ketua Komite Pemerintah Daerah dan Administrasi, Yuri Galdunov, menyatakan siap membangun kerja sama yang intensif dalam penguatan fungsi parlemen dan juga menginisiasi kerja sama berbagai bidang antara Indonesia dan Rusia.

The post Susun RUU Wilayah Negara, Komite I DPD RI Cari Referensi Ke Parlemen Rusia appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar