Menag: Beragama Itu Tidak Cukup Semata Mengandalkan Logika, Juga Harus Dengan Rasa

Ragam77 Dilihat

Surabaya (Kemenag) – Menag Lukman Hakim Saifuddin menilai, kegiatan Festival Seni Keagamaan Hindu merupakan kegiatan strategis. Ia mengatakan, setidaknya ada dua tujuan yang sangat bemakna dari kegiatan ini. Pertama, acara seperti ini ingin meneguhkan dan menegaskan bahwa beragama itu tidak cukup semata mengandalkan logika saja, juga harus dengan rasa.

“Dan seni yang difestivalkan itu adalah upaya untuk agar rasa dalam diri kita terjaga dan terpelihara dengan baik, sehingga perlu diolah rasa itu. Agama tidak cukup hanya didekati dengan pendekatan logika saja tapi juga dengan rasa. Tuhan itu indah dan Tuhan mencintai keindahan,” demikian disampaikan Menag saat membuka resmi kegiatan Festival Seni Keagamaan Hindu ke-3 Tahun 2019 di Surabaya, Rabu (18/09).

Makna kedua lanjut Menag, setelah menyaksikan defile peserta dari berbagai provinsi, itu hakekatnya itu adalah bahwa kemajemukan atau keberagaman adalah jati diri bangsa ini.

“Kita tahu bahwa keragaman kita sungguh luar biasa. Tuhan menciptakan kita dalam berbagai keragaman itu kehendakNya, dan itu hakekatnya merupakan anugerah kalau dengan kearifan mampu mensikapi keragaman itu sehingga dari keragaman itu lahir hal positif yang bisa kita dapatkan,” kata Menag.

Menag melanjutkan, Tuhan mentakdirkan bangsa ini begitu kaya, tidak hanya kaya alam, flora dan fauna tapi juga agama dengan berbagai paham yang menyertainya.

“Maka festival seni keagamaan ini haruslah kita tangkap ruh dan jiwa setiap seni yang dikembangkan, apalagi yang difestivalkan adalah seni keagamaan, maka esensi keagamaan itu harus kita tangkap. Apa esensi agama itu, esensi agama adalah ajaran untuk senantiasa membawa kita berprilaku bijak, memanusiakan manusia. Sebagai mahkluk kita juga dituntut memuliakan manusia, seni adalah cara atau wahana yang dilakukan untuk bagaimana agar dalam beragama lebih mengedepankan rasa tidak hanya mengandalkan logika,” lanjutnya.

Dengan lain kata, ungkap Menag, agama mengajarkan rahmat, kedamaian. Agama dengan watak karakter seperti itu hanya bisa ditebarkan dengan rasa cinta bukan dengan murka benci, amarah, tapi dengan kasih sayang, damai. “Dan seni adalah medium efektif untuk mengantar kita menjaga dan memelihara tujuan itu,” imbuhnya.

“Keragaman yang jadi jati diri kita, sekeras apapun perbedaan antara kita, jangan sampai mengoyak ikatan persaudaraan. Persaudaraan juga adalah inti pokok ajaran agama,” tandasnya.

Festival Seni Keagamaan Hindu ke-3 ini memperlombakan sejumlah cabang seni, di antaranya Lomba Musik Tradisional Ritual Keagamaan Hindu, Tari Tradisional Ritual Keagamaan Hindu, Tari Kreasi Keagamaan Hindu, Sandyagita atau Kidung-Kidung Suci Keagamaan dan Lawak Keagamaan Hindu. Festival diikuti 1.094 peserta dari 21 provinsi. (kemenag)

The post Menag: Beragama Itu Tidak Cukup Semata Mengandalkan Logika, Juga Harus Dengan Rasa appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar