Provinsi NTB Sebagai Pusat Peringatan Hari Rabies Se-Dunia Tahun 2019 di Indonesia

Ragam2 Dilihat

Acara Peringatan diikuti oleh Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) dari Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi NTB dan mitra dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia dan didukung oleh Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) serta K-9 Unit dari POLDA NTB. Kegiatan juga didukung oleh Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan melalui UPT Balai KSDA NTB yang dihadiri langsung oleh Kepala Balai, Ir. ARI SUBIANTORO, M.P.

Dalam Pembukaan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Bapak I Ketut Diarmita menyampaikan “Berbagai program pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan rabies pun menjadi tanggung jawab bersama khususnya instansi yang menangani aspek kesehatan, instansi yang menangani kesehatan hewan dan pemerintah daerah yang mengkoordinir masyarakat,”

Lebih lanjut beliau menambahkan, “Melalui sosialisasi dan edukasi diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang rabies dan pentingnya kemitraan dengan melibatkan komunitas, masyarakat sipil, pemerintah dan sektor non pemerintah serta mitra international”

Senada dengan Ditjen PKH, dalam pembukaan Wakil Gubernur NTB menyampaikan, “Sebagaimana NTB menghadapi bencana gempa beberapa waktu lalu, Penanganan Rabies Insya Allah akan berhasil jika kita lakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah”

Sebagai bentuk dukungan melawan wabah rabies di Provinsi NTB, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH memberikan bantuan vaksin rabies sebanyak 16.000 dosis vaksin Rabies yang menurut rencana akan didistribusikan ke Dompu, Sumbawa, dan Bima

Selepas Pembukaan dan penyerahan bantuan vaksin rabies, Wakil Gubernur NTB bersama Ditjen PHK Kementerian Pertanian dan Pejabat terkait secara simbolis melakukan pemukulan Gendang Beleq (Alat musik tradisional suku Sasak Lombok) yang menandakan dimulainya “perang” antara Pemerintah Provinsi NTB melawan wabah Rabies. Tak sampai disitu, dilakukan juga Demo pemberian vaksin rabies kepada seekor anjing yang merupakan hewan peliharaan milik salah seorang peserta kegiatan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga ikut memperlihatkan cara pemberian vaksin rabies untuk manusia kepada salah seorang pegawai Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Selepas kegiatan panggung, Wakil Gubernur NTB didampingi pejabat terkait didampingi Kepala Balai KSDA NTB mengunjungi stand-stand di lokasi acara. Beberapa diantaranya, Stand Vaksinasi Hewan yang memberikan layanan vaksin hewan gratis untuk masyarakat yang membawa hewan peliharaan (anjing dan kucing) selama acara berlangsung. Kedua Stand Sterilisasi hewan khusus untuk hewan peliharaan kucing. Termasuk juga stand sosialisasi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang mengkampanyekan mengenai dampak penyakit Rabies terhadap manusia. Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga menunjukkan demo mengenai tata cara pertolongan pertama ketika manusia yang tergigit oleh hewan yang terjangkit wabah rabies.

Terakhir, kegiatan juga diramaikan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar di Mataram beserta wali murid dan guru, masyarakat dan komunitas-komunitas pecinta hewan di NTB. Acara ditutup dengan pertunjukkan dari K-9 Unit dari POLDA NTB.

Sebagai informasi, Di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, sekitar 98% kasus Rabies pada manusia berasal dari gigitan anjing dan jika terlambat ditangani, virus rabies akan menginfeksi sistem saraf pusat, yang menyebabkan penyakit pada otak dan ini tentu mematikan bagi manusia.(klhk)

The post Provinsi NTB Sebagai Pusat Peringatan Hari Rabies Se-Dunia Tahun 2019 di Indonesia appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar