Hadiri 100 Hari Wafat Mbah Moen, Wamenag: Saya Diaku Sebagai Santrinya

Nasional53 Dilihat

Rembang – Wakil Mentari Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (13/11) malam, menghadiri tahlil dan doa memperingati 100 hari wafatnya Almaghfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Tahlil dan doa untuk Almaghfurlah Mbah Moen digelar di Komplek Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.

Tahlil dan doa dihadiri ribuan santri dan umat muslim dari berbagai daerah. Tampak hadir juga, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlathul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar, KH Mustofa Bisri, Habib Abu Bakar, Wakil Gubernur Jateng Muhammad Taj Yasin, dan Bupati Rembang lainnya. Ikut mendampingi Wamenag, Direktur PD Pontren Ahmad Zayadi, Plt Kakanwil Kemenag Jateng dan Kakankemenag Rembang.

Atas nama pemerintah, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi berkisah bahwa di Pesantren Al Anwar Sarang inilah seorang guru yang menjadi teladan menghabiskan hari-harinya dalam menanamkan nilai nilai Islam wasathiah kepada para santri dan umat Islam. “Kita semua berdoa semoga almarhum almaghfurlah Mbah Moen senantiasa dianugerahi kebahagian, kemuliaan dan ditempatkan di surga bersama para kekasih Allah SWT,” doanya.

Wamenag berbagi kisah bahwa banyak orang bertanya kepada dirinya kapan dan tahun berapa pernah nyantri di Sarang. “Secara fisik saya memang tidak pernah nyantri di Pondok pesantren Al Anwar. Namun saya diaku oleh Mbah Moen sebagai santrinya,” tuturnya.

“Saya pernah berkhidmad dengan beliau selama 10 tahun saat menjadi sekretaris beliau di PPP,” lanjutya.

Wamenag mengaku banyak belajar dari Mbah Moen tentang politik yang berlandaskan akhlakul karimah. “Dari beliau saya belajar politik yang moderat dan berkeadilan. Beliau di PPP adalah simbol perekat persatuan dan selalu memberikan solusi. Hampir semua konflik di partai beliau yang mengurai dan menyelesaikannya. Beliau juga pandai menyenangkan hati semua orang,” ujar Wamenag.

Dalam kesempatan itu, Zainut Tauhid juga memohon doa atas penugasannya menjadi Wamenag agar dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan selamat dunia akhirat.

KH Maimoen Zubair wafat pada 6 Agustus 2019 di RS An Nor Makkah saat akan menunaikan ibadah haji. Qasidah kesayangan Mbah Moen “Sa’duna Fiddunya” pun berkumandang pada malam peringatan 100 hari wafatnya… sa’duna fid-dunya fawzunaa fil-ukhra # bi khadiijatal kubra wa fathimataz-zakhra, bi khadiijatal kubra wa fathimataz-zakhra. (kemenag)

The post Hadiri 100 Hari Wafat Mbah Moen, Wamenag: Saya Diaku Sebagai Santrinya appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar