Kakanwil: Mau Belajar Moderasi dan Deradikalisasi, Datanglah ke Ambon Manise

Nasional47 Dilihat

Ambon (Kemenag) — Pemerintah tengah menggencarkan program moderasi beragama dan deradikalisasi. Kepala Kanwil Kemenag Malukilu Fesal Musaad mengajak semua pihak untuk belajar dari Bumi Ambon Manise.

“Kalau kita mau belajar tentang kerukunan dan moderasi beragama, deradikalisasi agama, tidak perlu baca buku yang panjang, datang saja ke sini,” terang Fesal Musaad diikuti tepuk tangan ASN yang memadati Aula Kanwil Kemenag Maluku di Ambon, Senin (25/11).

Hari ini, Kanwil Maluku menggelar silaturahim ASN dengan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi. Hadir, Kakanwil Kemenag Prov Maluku, Rektor IAIN Ambon, Rektor IAKN Ambon, Ketua MUI Provinsi Maluku, Ketua MUI Kota Ambon, ASN Kanwil Kemenag Maluku.

Di hadapan Wamenag, Fesal mengenang kisah kelam kehidupan masyarakat Maluku saat terjadi konflik horizontal pada 1999. Namun, pengalaman itu berhasil dibalik menjadi kisah indah kerukunan umat beragama.

“Maluku pada tahun 1999 terjadi konflik horizontal. Sekarang Maluku punya cerita sukses, indeks kerukunan Provinsi Maluki ranking tiga terbaik tingkat nasional sejak 2017,” ujar Fesal.

“Indeks kebahagiaan dan demokrasi berdasarkan survei BPS 2017 dan 2018 juga terbaik di Indonesia. Bahkan, Ambon pada tahun 2018 mendapat Harmony Award dari Menteri Agama,” lanjutnya.

Ambon, kata Fesal, kini menjadi class room, tempat belajar kerukunan. Tercatat sejumlah utusan Myanmar, Thailand, Amerika, Belanda, dan Afganistan belajar kerukunan di Ambon. Demikian juga sejumlah provinsi di Indonesia, mereka datang ke Ambon untuk belajar kerukunan.

Dikatakan Fesal, Ambon memang telah memberikan bukti. Ambon teruji dan terbukti sukses menggelar beragam even keagamaan, baik nasional maupun internasional. Tahun 2012 misalnya, MTQ Nasional sukses digelar di Ambon, disusul dengan gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di tahun yang sama.

Kisah sukses ini berlanjut pada tahun 2018, saat Maluku sukses menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional. Ambon juga pernah menjadi tuan rumah Ajang Pemuda Lintas Iman se Asia, dan Ajang Pendidikan Damai di Asia Pasifik.

“Hari ini, ambon menjadi tuan rumah pemilihan Duta Qasidah tingkat Nasional,” ucapnya.

“Tahun 2020, Ambon juga dipercaya sebagai tuan rumah Usawa Dharmagita tingkat Nasional,” sambungnya.

Menurut Fesal, sukses Ambon ini tidak terlepas dari kamuan seluruh umat lintas agama untuk bekerjasama dan bahu-membahu. Masyarakat Ambon saling membantu, tanpa mengenal batas agama. “Prestasi ini harus kita jaga dan kembangkan untuk kerukunan dan perdamaian Indonesia. Damai itu indah,” tuturnya.

Maluku adalah wilayah kepulauan dengan 92,4% laut, dan 7,6% daratan. Provinsi ini terdiri dari lebih 1.400 gugusan pulau. Ada beberapa wilayah berbatasan langsung dengan Australia, Timur Leste, dan Papua Neugini.

Berdasarkan data tahun 2018, penduduk Maluku berjumlah 1.822.282 jiwa. Sebanyak 50,76% di antaranya adalah muslim. Sementara 37,87% beragama Kristen, 10,52% Katolik, 0,27% Hindu, dan 0,13% Buddha.

Provinsi Maluku terbagi dalam sembilan Kab/Kota. “Ada ratusan suku, multi etnis dan bahas, tapi rukun dalam bingkai NKRI,” tandas Fesal. (kemenag)

The post Kakanwil: Mau Belajar Moderasi dan Deradikalisasi, Datanglah ke Ambon Manise appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar