Politisi Golkar: Negara Harus Hati-hati Selesaikan Masalah Keagamaan

Ragam73 Dilihat

Jakarta – Presiden mewacanakan mengganti istilah radikalisme agama dengan manipulator agama. Menanggapi wacana itu, Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hasan Syadzily, yang membidangi urusan agama pun menyikapinya karena istilah radikalisme kerap mengundang perdebatan.

“Istilah radikalisme ini masih menjadi perdebatan baik di dalam perspektif akademik maupun dari segi praktik-praktik politik. Itu tidak hanya berlaku pada Islam saja tetapi juga agama lain. Dan juga bukan cuma aspek agama tetapi juga radikalisme terhadap chauvanisme, suku, ras dan lain-lain,” kata Ace, dalam rilisnya, Senin (4/11/2019).

Dijelaskannya, radikalisme agama adalah kekerasan yang dilakukan dengan mengatasnamakan agama tertentu. Padahal ujarnya, agama tidak mengajarkan itu.

“Intinya adalah kekerasan yang sering terjadi disebabkan dibenturkan antara pemahaman keagamaan yang bisa jadi itu sebagai instrumen untuk meraih hal-hal di luar semangat keagamaan. Sehingga dengan mudah orang melakukan kekerasan atas nama agama. Padahal sejatinya dalam agama kan seharusnya tidak boleh melakukan kekerasan,” kata Ace.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa radikalisme sangat berbahaya karena melanggar nilai-nilai dalam agama itu sendiri. “Karena hal tersebut selain bisa meruntuhkan sendi-sendi agama, tetapi lebih daripada itu adalah melanggar nilai-nilai kemanusiaan serta nilai-nilai keagamaan itu sendiri,” lanjut Ace.

Dalam upaya melawan radikalisme, Ace mengingatkan peran organisasi masyarakat (ormas) keagamaan Islam sangat dibutuhkan, terutama ormas-ormas yang sudah bersepakat menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara. Keberadaan ormas tersebut, lanjut Ace, harus terus diberdayakan dengan melibatkan dalam kegiatan dakwah.

Terakhir, Ace mengingatkan, pemerintah untuk tidak mencampuri paham keagamaan masyarakat karena hal itu bisa menimbulkan resistensi terhadap pemerintah. “Negara harus hati-hati dalam hal menyelesaikan masalah pemahaman keagamaan semacam ini. Jangan terlalu banyak, terlalu intervensi terhadap pemahaman keagamaan, biar itu menjadi domain dari kelompok civil society Islam. Kalau negara terlalu ikut campur, maka saya khawatir itu akan menimbulkan resistensi di antara masyarakat itu sendiri,” pungkas Ace.

The post Politisi Golkar: Negara Harus Hati-hati Selesaikan Masalah Keagamaan appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar