Laskar Macan Ali Berharap Belanda Mengembalikan Dwaja Kesultanan Cirebon

Kilas Cirebon6 Dilihat

Kilascirebon.com – Pemerintah Kerajaan Belanda akhirnya mengembalikan keris puska Pangeran Diponegoro yang tersimpan di negeri kincir angin sekitar 200 tahun kepada Pemerintah Indonesia yang disampaikan langsung oleh Raja Wiliam pewaris tahta Kerajaan Belanda.

Kini muncul permintaan dari Cirebon agar pemerintah Kerajaan Belanda Mengembalikan juga Dwaja atau bendera kebesaran Kesultanan Cirebon yang juga tersimpan di Belanda sejak 500 tahun lalu. Konon dwaja tersebut terbuat dari kain warung dan bergambar rajah bertuliskan huruf Arab.

” Kami juga berharap pemerintah Belanda mengembalikan dwaja atau bendera Kesultanan Cirebon yang disimpan di Belanda hampir 500 tahun lalu kepada Keraton di Cirebon. Sebab Dwaja kesultanan yang terbuat dari kain warning itu barang yang sangat langka dan bukan hanya kebanggaan masyarakat Cirebon tetapi juga kebanggaan bangsa Indonesia,” ujar Prabu Diaz ketua DPD Lira Cirebon.

Menurut Prabu DIaz, keraton di Cirebon hanya memiliki dwaja hasil repro dari duplikatnya yg ada di museum tekstil di Jakarta. Karena dwaja yang asli ada di Belanda. Selayaknya pemerintah Belanda mau mengembalikan nya ke Cirebon.

Duplikat dwaja Kesultanan Cirebon yang tersimpan di Markas Besar Laskar Macan Ali Nuswantara Cirebon

” Sultan Sepuh XIV Cirebon juga sebelumnya telah menyampaikan harapan nya kepada Pemerintah Belanda untuk mengembalikan dwaja tersebut. Karena lebih bermanfaat apabila disimpan dan dirawat di Cirebon. Masyarakat Cirebon juga merasa bangga apabila bendera Kesultanan itu kembali di Cirebon,” ujar Prabu Diaz

Sebagai masyarakat biasa yang cinta budaya serta peninggalan leluhur, prabu Diaz berharap sekali pemerintah Belanda merealisasikan keinginan Sultan maupun masyarakat Cirebon dan pemerintah RI mau menjebataninya.

Untuk itu lanjutnya, ia beserta berbagai komponen yang ada, antara lain Laskar Agung Macan Ali, LSM lira, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswnatar serta lainnya akan membuat surat dukungan kepada Kesultanan Cirebon dan meminta kepada Pemerintah Belanda untuk berekenan mengembalikan Dwaja atau Bendera Kebesaran Kesultanan Cirebon yang terbuat dari bahan warung yang konon pernah dikibarkan oleh Fatahillah ketika merebut Sunda Kelapa dari Portugis.

(Roy)

Komentar