PT. PG Rajawali II Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat Dengan Program Kemitraan Budi Daya Tebu

Kilas Cirebon4 Dilihat

Kota Cirebon – Tahun 2018, PT PG Rajawali II melaunching Program Kemitraan Budidaya Tebu yang melibatkan masyarakat desa penyangga di lingkungan areal HGU PG Jatitujuh.

Program ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, sekaligus wujud kepedullan perusahaan dalam membangun harmoni dengan masyarakat desa penyangga.

Program tersebut membawa dampak positif yang sangat besar, baik bagi perusahaan, juga masyarakat, seperti peningkatan ekonomi, keamanan lingkungan kebun dari kebakaran ataupun perusakan, kepastlan suplai bahan baku tebu ke pabrik, melahirkan mitra-mitra petani yang mampu mengelola kebun tebu, terjalinnya interaksi antara perusahaan dan masyarakat, serta lahirnya entitas ekonoml desa, berupa BUMDes.

Program kemitraan budidaya tebu, saat ini sudah berjalan 2 x masa tanam, yaitu masa tanam 2018/2019 dan 2019/2020, dengan melibatkan masyarakat dan 22 desa penyangga, yang terbagi menjadi 11 desa di wilayah Majalengka dan 11 desa di Indramayu.

Sejak dilaunching, jumlah petani yang mengikuti program kemitraan sebanyak 945 kepala keluarga, dengan lahan seluas 1.806 Ha. Secara massif, program kemitraan ini terus disosialisasikan kepada masyarakat sekitar. Animo masyarakat terhadap kemitraan cukup tinggi.

Pada masa tanam 2019/2020, jumlah peserta kemitraan bertambah menjadi 1.895 kepala keluarga, dengan tambahan luas lahan menjadi 3.302 Ha

Program Kemitraan ini didukung fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank BJB, Bank BNI46, dan Bank BTN. Sebagai mitra, petani mengajukan KUR dan PT PG Rajawall II sebagai avalist. Hasil panen tebu petani akan dibeli perusahaan sesuai hasil produksi kebun masing-masing petani.

Hasil penjualan tebu digunakan untuk melunasi kewajiban KUR, dan kelebihannya menjadi keuntungan bagi petani atau lebih dikenal dengan sisa hasil usaha (SHU).

Adapun keberhasilan program kemitraan pada masa tanam 2018/2019 dan 2019/2020, mampu melahirkan 8 unit BUMDes di bidang usaha pengelolaan budidaya perkebunan tebu yang bekerja sama dengan Unit PG Jatitujuh-PT PG Rajawali II, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Ke-8 BUMDes tersebut, meliputi BUMDes Pandawa Desa Pilangsari, Kenaraharja Desa Sukakena, Sumber Sejahtera Desa Sumber Kulon, Mitra Sejahtera Desa Sumber Wetan, Rus Cinta Desa Gadel, Bintang Keni Desa Kenicala, Binangkit Desa Pasiripis dan BUMDes Citra Lestari Desa Sukamulya.

Dengan semakin menggeliatnya ekonomi desa, perusahaan memproyeksikan untuk musim tanam 2020/2021, program kemitraan ini akan menyasar 2.259 kepala keluarga dengan luas lahan yang dikelola 4.300 Ha. Target kemitraan dalam 5 tahun ke depan 8.600 Ha dengan jumlah petani mitra sebanyak 4.300 orang.

Program ini menjadi kunci atas eksistensi Pabrik Gula dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan lembaga ekonomi desa yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).(Rilis/JS).

Komentar