DPP BMTI Batam Support Doa Perdamaian Untuk Bangsa di Cirebon

Kilas Cirebon3 Dilihat

Kota Cirebon,- Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Thionghoa Indonesia ( BMTI ) yang berpusat di Batam Kepulauan Riau, men-support kegiatan yang dilakukan oleh BMTI Jawa barat yaitu Doa Perdamian untuk Bangsa yang di ikuti oleh berbagai Umat beragama di Indonesia, menyikapi dan keprihatinan adanya bom Makasar.

Formatur Pembentukan BMTI wilayah pulau Jawa, Prabu Diaz mengtakan kepad wartawan bahwa BMTI bekerjasama dengan Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, GM FKPPI, Karang Taruna, YANU, Forum LIngkungna Hidup dan Budaya Nuswantra, TNI muapun Polri, pemerintah daerah, berbagia Ormas, LSM, OKP dan unsur keagamaan seperti PHDI, Walubi maupun pondok pesantren.

” Kami prihatin dengan adanya bom Makasar. Kami sepakat melaksnkan doa bersama untuk bangsa. Alhamdulillah semua pemuka dan umat bergama di Indonesia hadir dan berdoa masing-masing, ada Pastur, Pendeta, Bante, Romo, kiyai dan pedinde yang dihadiri oleh unsur TNI, POlri, Pemda, Ormas, OKP dan aktifis lainnya, semua di inisiatif oleh BMTI pusat dan rekan lainnya,” ujar Prabu Diaz.

Menurut Prabu Diaz, doa bersama untuk bangsa ini intinya merupakan rasa keprihatinan dengan adanya bom Makasar, yang bisa merusak Tolernasi serta kebinekkaan di NKRI. Oleh sebab itu Ketua Umum BMTI Pusat Radius SH.Mh. menginisiasi segera dilakukan konsolidasi seluruh umat dan suku di Indonesia dengan doa perdamiaan dipusatkan di Cirebon, Jawa Barat.

” Ketua Umum kami yaitu bapak Radius SH, MH, segera melakukan langkah kordinasi dan konsolidasi antar umat beragama dan berbagai suku, untuk tetap bersatu menjaga toleransi dan menyerukan agar tidak mau di adu domba oleh oknum yang akan memecah belah bangsa,” ujar Prabu Diaz didampingi Ketua GM FKPPI Kota Cirebon Dany Jaelani S.Sos dan Elang Kwang Ketua DPC GRIB Kota Cirebon.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan tersebut selain di support penuh oleh DPP BMTI juga dilaporkan ke tingkat pusat di Jakarta seperti PResiden RI, Panglima TNI, Kapolri dan institusi lainnya bahwa masyrakat Indonesia tetap NKRI.

( Yad)

Komentar