Program Bantuan Rutilahu Provinsi Jabar Di Kelurahan Pekiringan Kota Cirebon Berjalan Lancar

Kilas Cirebon73 Dilihat

Kota Cirebon – Pelaksanaan Program Bantuan Rutilahu dari anggaran Provinsi Jabar di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon berjalan lancar. Demikian yang disampaikan

Koordinator BKM Kemuning Sari Kelurahan Pekiringan, Yaya Supriadi.

Yaya Supriyadi menjelaskan Persiapan program rutilahu ini mulai dari bulan Februari 2021 sedangkan pelaksanaan perbaikan rumah Penerima Manfaat dibulan Oktober 2021 setelah dana dari Propinsi Jawa Barat masuk ke rekening BKM pada tanggal 28 September 2021.

“Pelaksanaan program rutilahu di wilayah Kelurahan Pekiringan dilaksanakan secara 2 tahap. “Tahap 1 dimulai pada awal Oktober 2021 dan telah menyelesaikan 17 rumah. Adapun untuk tahap ke 2, saat ini sedang berjalan sebanyak 18 rumah dan diperkirakan selesai pada akhir bulan Desember 2021 sesuai Pedoman Pelaksanaan Bantuan Sosial Rutilahu di 27 Kabupaten/Kota tahun 2021.” ungkapnya

Moh.Mundir, salah satu penerima manfaat program rutilahu mengatakan dari beberapa penerima manfaat bahwa pelaksanaan program rutilahu oleh BKM Kemuning Sari pada tahun ini dinilai sangat transparan.

“Setahu saya, pelaksanaan bantuan rutilahu yang sekarang, kita sebagai penerima manfaat tahu semua RAB (Red : Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan) yang dibutuhkan.”ungkapnya

Sementara itu Fasilitator program rutilahu Kelurahan Pekiringan Alfi Mahtuh Hasan, menuturkan bahwa masyarakat sebagai penerima manfaat ini tahu betul bahan bangunan yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumahnya, mulai dari jenisnya apa, spesifikasinya bagaimana dan jumlahnya berapa. Kalau sampai ada yang tidak sesuai, sudah pasti BKM akan kami tegur.

Menurut penerima manfaat lainnya, Sri Mola, yang beralamat di Jl. DR. Cipto Mangunkusumo Gg. Suradinaya Utara RT. 01 RW. 06 mengucapkan Syukur atas bantuan rutilahu ini.

“Saya dan suami sangat bersyukur atas bantuan rutilahu ini dan jauh-jauh hari saya sudah menyiapkan dana sendiri (Red : dana swadaya) untuk memperbaiki rumah ini sebesar Rp 2.800.000,- untuk ongkos pekerjanya. Bahkan kami menambahkan dana sebesar Rp 5.700.000,- untuk pembuatan canopy. “Yah, supaya kelihatan tambah cantik rumahnya, pak.” Ujar Sri Mola.

Dwi Desiarti Styarini, STP., selaku Kordinator Fasilitator Program Bantuan Rutilahu di Kota Cirebon, turut menambahkan “Pelaksanaan pembangunan Rutilahu pada tahun 2021 khususnya di wilayah Kelurahan Pekiringan berjalan cukup baik. Setiap Penerima Manfaat (PM) memperoleh dana stimulan sebesar Rp 17.500.000,- dengan rincian sebagai berikut ; Pembelian bahan bangunan besarnya Rp 16.500.000,- dan dananya langsung diserahkan ke Toko Material melalui sistem transfer, lalu Rp 300.000,- untuk dana operasional BKM (Pembuatan Proposal, Mamin pertemuan dengan PM, pembelian materai dan pembuatan LPJ saat program berakhir) dan sisa dana sebesar Rp 700.000,- digunakan untuk ongkos pekerja.

Dwi tidak menampik bahwa masih ada kekurangan-kekurangan yang terjadi namun lebih bersifat teknis dan dapat diselesaikan. Untuk administrasi dan yang sifatnya prinsip seperti aturan yang telah ditetapkan dalam pedoman, BKM Kemuning Sari Kelurahan Pekiringan tidak ada masalah.” ungkapnya

Babinsa Kelurahan Pekiringan Serda E. Kusnandar, yang menjadi salah satu Tim Teknis Program Rutilahu menuturkan bahwa Pelaksanaan program rutilahu ini berjalan sesuai yang diharapkannya.

“Program rutilahu sudah dipersiapkan setahun kemarin. BKM yang didampingi Babhinkamtibmas dan Babinsa sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan para Penerima Manfaat Rutilahu. Sosialisasi awal mengenai aturan, kepemilikan sertipikat bangunan dan pernyataan kesediaan menyiapkan dana swadaya dikarenakan besarnya dana stimulan untuk pekerja hanya sebesar Rp 700.000,-. Intinya, penerima manfaat sangat memahami untuk menyiapkan dana sendiri (swadaya) agar rumahnya bisa direnovasi secara maksimal. BKM sudah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.” ungkap Serda E. Kusnandar. (Rey/JS).

Komentar