Kota Cirebon – Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dilakukan umat Islam di berbagai daerah dengan beragam cara. Di Keraton Kasepuhan Cirebon, peringatan Isra Miraj yang dikenal dengan istilah Rajaban itu dilakukan dengan serangkaian tradisi.

Peringatan tersebut dilakukan di Langgar Alit Keraton Kasepuhan Cirebon, 27 Rajab, yang bertepatan dengan Selasa (1/3/22). Di tempat itu, diadakan pengajian untuk mendengarkan tausyiah dari penghulu keraton, mengenai hikmah Isra Miraj.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tradisi membagikan nasi bogana kepada wargi keraton, kaum masjid, abdi dalem dan masyarakat mager sari. Nasi bogana itu terdiri dari kentang, telor ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu.

Dalam tradisi Rajaban tersebut, penghulu keraton Kyai Jumhur mengajak kembali untuk meningkatkan iman dan takwa. Yakni dengan tidak meninggalkan solat.

”Solat yang betul-betul solat akan membentuk ahlak kita menjadi lebih baik, hingga akhirnya akan membentuk masyarakat dan bangsa yang berakhlak, berbudi pekerti, kuat dan bermartabat,” tandas kyai Jumhur

Sementara itu Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat mengatakan, Rajaban merupakan tradisi rutin yang digelar Keraton Kasepuhan setiap peringati Isra Mikraj.

‚ÄúTradisi Rajaban kami gelar setiap memperingati Isra mikraj. Namun karena saat ini masih PPKM Level 4, maka tradisi Rajaban kami gelar secara sederhana tidak mengundang banyak orang dan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan tradisi Rajaban di Keraton Kasepuhan tahun ini. Kegiatan Rajaban kali ini tidak dihadiri oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin.

“Untuk tahun ini pak Sultan tidak bisa hadir karena ada kegiatan di luar keraton yang tidak bisa ditinggalkan,” pungkas Alexandra (JS).

Loading...