Sidak Forkopimda Kota Cirebon, Stok Minyak Goreng Kemasan Aman, Harga Bervariatif

Kilas Cirebon6 Dilihat

Kota Cirebon – Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melakukan sidak ke beberapa pusat perbelanjaan dan minimarket terkait stok minyak goreng di wilayah kota Cirebon. Kamis(17/4/22).

Dalam sidak tersebut terpantau stok minyak goreng dibeberapa pusat perbelanjaan dan minimarket terpantau aman. Namun, harga kemasan mengalami kenaikan, untuk harga kemasan 1 liter sebesar Rp23.450, sementara 2 liter Rp46.650.

Harga sebelumnya, untuk kemasan minyak goreng 2 liter Rp28.000 saat ini menjadi Rp46.650.

Saat dilapangan tim mendapati keluhan dari masyarakat, yang mengeluhkan kelangkaan minyak goreng kemasan. Meskipun ada, harga melambung tinggi.

Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar mengatakan, tim Forkopimda telah melakukan pemantauan harga minyak goreng di pasar swalayan dan minimarket. Stok minyak goreng terpantau aman, meskipun harga dibeberapa tempat bervariatif.

“Stok minyak goreng kemasan aman, tapi harga nya bervariatif untuk kemasan 1liter ada yang menjual Rp23ribu sampai Rp24ribu. Alasannya, harga ecer tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang tak lagi berlaku,” ungkap Kapolres.

Sementara itu Sekda kota Cirebon, Agus Mulyadi, dengan kebijakan terbaru pemerintah, harga minyak goreng kemasan di level konsumen tentunya akan mengalami kenaikan sesuai tingkat harga minyak sawit (CPO) internasional.

“Stok minyak goreng kemasan aman, tapi harga nya bervariatif untuk kemasan 1liter ada yang menjual Rp23ribu sampai Rp24ribu. Alasannya, harga ecer tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang tak lagi berlaku,” ungkapnya.

Agus Mulyadi, mengatakan dengan kebijakan terbaru pemerintah, harga minyak goreng kemasan di level konsumen tentunya akan mengalami kenaikan sesuai tingkat harga minyak sawit (CPO) internasional.

Dengan harga saat ini sebesar Rp15.864 per liter, harga minyak goreng kemasan sederhana di level konsumen bisa mencapai Rp23ribu per liter.

“Untuk kemasan premium, kami perhitungkan itu maksimum Rp24.800 per liter jika dengan patokan harga CPO saat ini,” jelasnya

Dalam sidak tersebut tim juga sempat menyambangi PT Perusahan Perdagangan Indonesia (persero), Cirebon mempertanyakan jalur distribusian minyak goreng curah, ke pasar tradisional.

Brand Manager PT PPI Cabang Cirebon, Petrus Octavianus Partumpuan menjelaskan posisi PT PPI sebagai input BUMN untuk kelas pangan, dan sudah menyalurkan minyak goreng curah ke beberapa daerah seperti Kuningan, Majalengka dan kota/kab Cirebon belum dilakukan pendistribusian.

“Arahan dari Kemendag jalur pendistribusian saat ini ke daerah Kuningan dan Majalengka, Cirebon belum ada pendistribusian, itu pun langsung di kirim dari gudang Marunda, karena gudang PT PPI Cirebon tidak melakukan stok minyak goreng curah,” ungkapnya.

Petrus menambahkan, mengikuti arahan Kemendag untuk titik – titik penyaluran di Cirebon datanya sudah ada di Provinsi Jawa Barat, rencananya untuk harga ke pedagang rencanaya sebesar Rp12 ribu per liter dan harga ke masyarakat sebesar Rp14ribu per liter.

“Ini baru rencana dari Kemendag, untuk harga minyak goreng curah kepedagang Rp12ribu, sehingga harga jual nanti ke masyarakat sebesar Rp14 ribu dan ini belum diterapkan karena masih dibahas di Kemendag,” tutupnya. (JS).

Komentar