Ridwan Kamil ke Kapolda Jabar Baru: Gaspol!

Ragam44 Dilihat

KOTA BANDUNG — Gubernur Ridwan Kamil mengajak Kapolda Jabar yang baru menjabat Irjen Pol Akhmad Wiyagus untuk gaspol menjaga kondusivitas Jabar. Menurutnya, adaptasi tak begitu dibutuhkan sebab Wiyagus sebelumnya cukup lama menjabat sebagai Wakapolda Jabar pada 2019.

“Kita menyambut kedatangan kembali Pak Wiyagus, saya kira tidak perlu beradaptasi kita langsung gaspol,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan pada malam pisah sambut Kapolda Jabar, di halaman Mapolda Jabar, Selasa (4/4/2023) malam.

Seperti diketahui, sesuai surat telegram Kapolri nomor ST/713/III/KEP/2023 tanggal 27 Maret 2023, Irjen Pol Akhmad Wiyagus dipercaya kembali ke Tanah Pasundan menjabat Kapolda Jabar menggantikan Suntana yang akan promosi jabatan menjadi Komisaris Jenderal.

Kang Emil — sapaan akrab Ridwan Kamil — kemudian menitipkan kepada Wiyagus untuk mempertahankan prestasi Kapolda Jabar sebelumnya dalam kolaborasi membangun Jabar.

“Saya titip ke Pak Wiyagus pertahankan prestasi dari Pak Suntana tentu dengan gaya barunya, kita perbaiki yang kurangnya agar kami terus bisa membangun Jabar,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, Wiyagus bukanlah orang baru di Jabar. Selain pernah jadi Wakapolda Jabar selama 1,5 tahun, pria kelahiran Tasikmalaya 23 September 1967 pernah menjabat sebagai Kapolsek Margacinta dan Kapolsek Regol di wilayah Polrestabes Bandung tahun 1996 dan Kapolres Sumedang tahun 2008.

Menurutnya, Wiyagus sudah paham betul kondisi Jabar. Gubernur optimistis kondusivitas Jabar akan selalu terjaga khususnya dalam menghadapi tahun politik.

“Beliau bukan orang baru dan Jabar saya yakin akan selalu kondusif khususnya tahun ini dan tahun depan saat politik sudah menghangat,” ucap Ridwan Kamil.

Gubernur menyebut, setiap perhelatan pemilu di Jabar tidak pernah ada peluru lepas, kaca pecah dan darah tumpah. Hal ini berkat kerja luar biasa dari jajaran kepolisian yang kompak satu komando.

Catatan juga menyebutkan sepanjang tahun 2022 angka kejahatan di Jabar hanya menyentuh 7.500 padahal penduduknya hampir 50 juta jiwa. Kecilnya rasio angka kejahatan terhadap jumlah penduduk tersebut menandakan Jabar relatif aman dan kondusif.

“Sepanjang tahun 2022 dengan penduduk hampir 50 juta jiwa tapi kejahatan hanya 7.500. Ada Provinsi lain yang penduduk hanya 10 juta tapi kejahatannya 30 ribuan. Jadi rasio terhadap penduduk banyak itu relatif sangat aman tentram,” tutur Ridwan Kamil.

Dalam malam pisah sambut Kapolda Jabar itu, atas nama masyarakat Jabar, Gubernur menyampaikan terima kasihnya kepada Kapolda Jabar sebelumnya yang selama menjabat kehadirannya sangat dirasakan oleh masyarakat. “Atas nama masyarakat Jabar kami haturkan terima kasih kepada Pak Suntana, bukan soal lamanya bertugas tapi seberapa dalam terasa kehadirannya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dipercaya menjadi Kapolda Jabar, bagi Wiyagus adalah suatu kehormatan. Ia berkomitmen akan melanjutkan prestasi yang sudah dicapai Kapolda sebelumnya.

“Bagi saya ini adalah kehormatan. Saya akan melanjutkan apa yang dicapai Pak Suntana,” ucap Wiyagus.

Salah satu komitmennya yaitu tidak akan ada tempat di Jabar bagi premanisme. Wiyagus mengaku akan tegas kepada siapapun yang mengganggu kondusivitas Jabar. “Tentunya tidak ada tempat di Jabar bagi premanisme saya akan tegas,” katanya.

Selain itu, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat Jabar serta penegakan hukum yang berkeadilan. “Mohon doa dan dukungan dari semuanya,” ucap Wiyagus.

Memiliki latar belakang reserse, pria lulusan Akpol tahun 1989 ini karirnya cukup cemerlang. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Direktur Pengaduan Masyarakat. Pernah juga beberapa kali menjadi Kapolda dan yang terakhir menjabat Kapolda Lampung tahun 2022.

Di dalam kepemimpinannya Wiyagus dikenal sebagai pemimpin yang memiliki integritas tinggi serta selalu menanamkan prinsip Tribrata dan Catur Prasetya kepada bawahannya. Wiyagus kemudian terpilih sebagai penerima Hoegeng Award 2022 dalam kategori polisi berintegritas.

Komentar