IAIN Manado Miliki Gedung Kuliah Tepadu

Loading...

Manado – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini memiliki gedung kuliah terpadu. Gedung yang berdiri megah di komplek Kampus IAIN Manado tersebut dibangun mengunakan dan SBSN tahun 2018 senilai Rp24 miliar. Penggunaannya telah diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Berkunjung ke provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai ini, Menag didampinggi Penasihat Dharwa Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim. Tiba di kampus IAIN Manado, Menag dan Trisna Willy dikalungi selendang kain khas Manado oleh Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim diringi parade tari tradisional Sulawesi Utara.

Sebelum ke kampus IAIN Manado Menag terlebih dahulu membuka gelaran Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 yang digelar di Novotel, Kota Manado.

Peresmian Gedung Kuliah Terpadu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Ikut mendampingi, Dirjen Pendis Kamarudin Amin Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim. Tampak hadir juga, Kakanwil Kemenag Sulut, Rektor IAKN, Forkominda serta sejumlah Kakanwil Kemenag Provinsi dan Kepala Kankemenag Kab/Kota. Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menandatangani prasasti pemakaian gedung Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) Bolaang Mongandaw.

Menag Lukman Hakim juga berkesempatan memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa IAIN Manado yang dirangkai dengan pembinaan ASN Kanwil Kemenag Sulut dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Kuliah umum di Kampus IAIN Manado ini mengusung tema Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Pengembangan Moderasi Beragama di Indonesia.

Kepada segenap civitas akademika dan mahasiswa IAIN Manado, Menag mengajak untuk mengendepankan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diberikan kepada keluarga besar Kemenag yang hingga saat ini terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. “Itu pertanda kita tidak statis melainkan dinamis dan itu harus kita syukuri. Perubahan itu ke arah yang lebih itu dapat dibuktikan dengan berdirinya bangunan-bangunan infrastruktur baru yang hadir,” ujar Menag di Manado, Selasa (17/09)

“Bangunan baru dan bertambahnya mahasiswa bari di kampus ini membuktikan kita berkembang ke arah yang lebih baik. Kita dituntut tidak hanya memberi ruh dengan menjaga, merawat dan memelihara bangunan-bangunan ini tapi juga dituntut untuk berkreasi dan berinovasi mewujudkan yang lebih baik lagi,” sambung Menag.

“Membangun itu lebih mudah daripada merawat dan menjaganya. Karena yang kita bangun itu fisik dan itu mudah, yang lebih menuntut energi dan perhatian dari kita bersama yaitu memberikan ruh dan jiwa kepada bangunan tersebut. Manfaat yang ditebarkan dari bangunan inilah yang akan menjadi ruh,” kata Menag.

“Mari rawat bersama gedung ini, tidak terkecuali mahasiswa. Kalau kita berdemontrasi lakukan itu dengan pendekatan inteletualitas bukan dengan pendekatan otot. Bukan dengan mambakar dan merusak kampus kita sendiri. Karena kita membangun ini memerlukan pengorbanan yang luar bisa dan ini adalah uang rakyat. Kita punya tangung jawab moral untuk menjaga ini agar tidak hanya kita saja yang merasakan manfaat dari gedung ini,” katanya lagi.

Menag juga meninjau 54 inovasi hasil penelitian dari 1.018 proposal dalam ajang expo madrasah riset yang digelar di dalam Gedung Kuliah Terpadu IAIN Manado serta berdialog dengan para siswa.

Trisna Wiily juga memberi arahan dalam kegiatan Penguatan Peran dan Fungsi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara dan IAIN Manado. (Kemenag)

The post IAIN Manado Miliki Gedung Kuliah Tepadu appeared first on LIPUTAN.CO.ID.