Pekanbaru – “Indonesia akan mengedepankan prioritas Politik Luar Negeri 4+1 yaitu Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Perlindungan WNI, Diplomasi Kedaulatan, dan Peran Kepemimpinan RI ditingkat regional dan global, serta Penguatan Infrastruktur Diplomasi,“ kata Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Dr. Desra Percaya dalam sambutannya di Kuliah Umum Outreach Polugri yang diselenggarakan Universitas Islam Riau (UIR( (26/11).

Salah satu highlight dari kuliah umum kali ini adalah Penandatanganan MoU Kerja Sama Kementerian Luar Negeri dan UIR serta Peresmian Pusat Studi Asia Timur dan Asia Tenggara. Kunjungan ini juga dimanfaatkan Kemlu untuk bertemu pejabat Pemprov Riau untuk merumuskan strategi diplomasi ekonomi ke kawasan.

Banyak potensi TTI Riau yang teridentifikasi diantaranya sagu, kelapa, karet, proyek kawasan industri dan wisata, kerja sama port Dumai-Melaka, dan pendalaman manfaat kerja sama ekonomi sub regional IMT-GT.

Hal ini sejalan dengan fokus kuliah umum di UIR, yakni Diplomasi Ekonomi dan Peran Kepemimpinan RI di Kawasan.

Indo-Pasifik yang membentang dari Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik telah menjadi suatu kawasan dengan nilai strategis yang terus meningkat. Hal ini seiring dengan potensi besar yang dimiliki termasuk sebagai pusat kemajuan teknologi dan inovasi dan dengan ukuran ekonomi 62% dari GDP dunia. Namun, Indo-Pasifik juga menghadapi tantangan termasuk rivalitas negara-negara besar yang mengusung konsep aristektur masing-masing.

Direktur Astara Denny Abdi juga memperkuat fakta bahwa Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara memetik keberhasilan ekonomi karena adanya perdamaian dan kestabilan politik yang solid di Asia Tenggara.

Sekretaris Ditjen Rossy Verona menyampaikan pentingnya membumikan seluruh diplomasi multilateral, regional dan bilateral agar setiap masyarakat merasakan manfaatnya, khususnya di daerah yang berbatasan dengan negara. Dalam hal itu Setditjen telah mendorong link and match sebagai strategi utama diplomasi ekonomi, khususnya mengangkat produk daerah menjadi produk ekspor unggulan dan memfasilitasi keterlibatan Pemprov dan pengusaha daerah guna mendukung keberhasilan diplomasi ekonomi jangka panjang.

Namun selain nilai ekonomi, Info-Pasifik juga memiliki nilai geostrategis. Pulau Sumatera, menurut narasumber Direktur KSIA Aspasaf, Andre Omer Siregar, sangat strategis dalam konteks regional architecture karena langsung berhadapan dengan kawasan lain di Asia.

Saat ini Indonesia sedang mengusung konsep Indo-Pasifik. Selain nilai geo-politik yang dimiliki Indonesia, keaktifan Indonesia dalam berbagai fora internasional seperti Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM serta forum lain seperti OKI dan GNB yang menciptakan kepercayaan tinggi masyarakat Internasional pada Indonesia. (kemenlu)​

The post Kemlu Jelaskan Prioritas Polugri 4+1 ke Universitas Islam Riau appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...