Cirebon – Ribuan anggota Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon, dari berbagai penjuru kota mengawal ketat prosesi pemakaman jenazah Sultan Sepuh XIV Cirebon, PRA H. Arief Natadiningrat yang dimakamkan di Astana Agung Peambangan Gunung Jati Cirebon.

Laskar Macan Ali yang berciri khas dengan uniform pangsi dan ikat kepala dengan lambang dwaja kesultanan Cirebon dan simbol kaligrafi Syahadat ini, tampak berbondong memasuki kota Cirebon dari berbagai arah. Kemudian berkumpul di Markas Besarnya jalan alun-alun timur Keraton Kasepuhan Cirebon.

Tampak kesibukan para laskar yang sejak pagi melakukan penataan di berbagai sudut keraton kasepuhan sebelum jenazah tiba dari rumah sakit di Bandung pada pukul 10.45 waktu Cirebon. Selain itu laskar macan Ali yang berjumlah ribuan tersebut melakukan oengamanan di sepanjang jalan yang akan dilalui jenazah Sultan Cirebon ini.

Pengawalan ketat terhadap mobil jenazah terlihat sejak mulai keluar pintu tol Ciperna menuju Keraton Kasepuhan, dengan atribut khas nya membawa Panji Hitam terus mendampingi rombongan yang juga dikawal oleh Patwal lantas Polri dan patwal Polisi Militer Lanal Cirebon.

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali, Prabu Diaz tampak sibuk memberikan instruksi kepada pasukan nya untuk berjaga dan mengawasi semua tamu yang datang melayat ke keraton Kasepuhan. Tampak Protokol Covid 19 juga diterapkan oleh laskar yang dikenal loyal terhadap Semua Sultan di Cirebon. Beberapa diantaranya tampak mengawal tamu VVIP yang datang melayat.

” Mohon maaf mas kami sedang berduka dan sibuk untuk persiapan pemberangkatan jenazah di Astana Gunung Jati serta menjaga seluruh keluarga Sultan, Wawancara nya nanti lagi ya, silahkan langsung saja ke keluarga Sultan,” ujar Prabu Diaz saat dimintai komentarnya oleh para Jurnalis.

Namun menurut Adi Mubarok pengawal utama Prabu Diaz, menjelaskan bahwa seluruh laskar yang hadir berjumlah ribuan dan di BKO Kepada Polres setempiat serta TNI. Tampak hadir pula bebeapa ormas/OKP yang lain seperi GRIB, GM FKPPI kita Cirebon yang turut melakukan Bu Pengamanan jalanya prosesi adat bergabung dengan TNI dan Polri.

” Para laskar itu sangat loyal terhadap Sultan, dan mereka datang hanya untuk melihat terakhir kalinya jungjungan nya tersebut sebelum di makamkan. Sebagai laskar penjaga adat, tradisi dan budaya semuanya merupakan keharusan menghantarkan jenazah Sultan ke pemakaman,” ujar Adi Mubarok.

Sementara itu Penanggung jawab ribuan laskar yang sedang berkumpul di Cirebon tersebut, yaitu Panglima LMA Cirebon Selatan Wangsa Taruna didampingi Panglima LMA Kota Cirebon, Ismaya Buta Mendek kepada Wartawan mengatakan bahwa pihaknya sejak Selasa sore sudah stand by di markasnya yang tidak jauh dari keraton.

” Kami sejak sore kemarin mulai melakukan konsolidasi dan langkah startegis lainnya dalam mengawal prosesi pemakaman Junjungan kami. Kami sudah putuskan siapa saja yang mengganggu jalannya prosesi jenazah Sultan Arief, akan kami lakukan tindakan keras kepada orang yang mencoba merusak nya,” ujar nya .
(Roy)

Loading...