Walikota Cirebon Terharu, Warganya Bertekad Menjaga Kondusifitas dan Menolak People Power

CIREBON – Walikota Cirebon, Nasrudin Azis mengaku terharu melihat masyarakatnya bertekad menjaga kondusifitas kotanya dan menolak people power. Keinginan warga kota Cirebon tersebut ternyata dituangkan dalam ikrar bersama dalam Silaturahmi Kebangsaan yang digelar di Keraton Kacirebonan, pekan kemarin. Bahkan masyarakat kompak melakukan sosialisasi termasuk pemasangan puluhan spanduk di seluruh penjuru kota Cirebon.

Rasa haru tersebut diungkapkan Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat menerima ratusan warga kota Cirebon yang terdiri dari perwakilan berbagai elemen, para tokoh masyarakat, keluarga kesultanan Cirebon, OKP, Ormas, LSM dan ratusan anggota berbagai komunitas tingkat millenia yang mendatangi Walikota dan diterima di ruang utama Adipura Balaikota Cirebon.

” Saya sangat terharu sekali, tidak menyangka bahwa langkah saya sebagai Walikota dengan melakukan silaturahmi kepada semua komponen di kota Cirebon mengajak untuk menjaga kedamaian kota ini di respon cepat oleh masyarakat. Saya semakin yakin kota kita akan terus terjaga, aman dan damai karena masyarakatnya mendukung sepenuhnya ,” ujar Walikota Cirebon saat menerima kedatangan ratusan warga tersebut.

Pemimpin nomer satu di kota Cirebon ini juga berterima kasih atas ikrar masyarakat yang menolak people power. Hal itu sangat tepat sekali sebab apabila tidak terkontrol dalam pelaksanaannya, akan timbul efek negatif yang merugikan bangsa dan negara terutama anak cucu. Bahkan 20! tahun kemudian belum tentu pulih kondisi dan stabilisasi bangsa. Oleh sebab itu Walikota akan memegang teguh mandat masyarakat yang menolak segala macam gerakan yang membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara.

Seusai acar kepada kilasIndonesia.com Walikota Cirebon Naahrudin Azis mengaku sangat kaget kantornya digrudug ratusan orang dari berbagai perwakilan komponen se kota Cirebon. Sebab sebelumnya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Apalagi saat berakhirnya jam kerja dimana para staff sudah pulang karena menjelang waktu berbuka puasa.

” Saya kaget tiba2 datang ratusan massa, saya kira ada demo apa, ehhh tidak tahunya berbagai komponen datang membawa mandat dukungan kepada saya dalam menjaga kedamaian di kota Cirebon. Untung saya masih berada di kantor sehingga bisa menerima kedatangan mereka ,” ujar Walikota Cirebon.

Sementara itu kordinator rombongan yaitu Prabu Diaz dari DPD Lira kota Cirebon mengatakan bahwa kedatangannya ke Balaikota menemui Walikota Cirebon, Nasrhrudin Azis adalah tindka lanjut dari oertemua Kebangsaan di Keraton Kacirebonan, yang dihadiri selain Sultan Abdulgani Natadiningrat juga hadir Ketua NU dan MUI kota Cirebon, Ormas, OKP, LSM, para Jawara, komunitas Millenia, padepokan Pencak silat, Keluarga Kesultanan dan Laskar Agung Macan Ali Nuswantara.

Dalam Silaturahmi Kebangsaan tersebut lanjut Prabu Diaz dilakukan ikrar dan disepakati untuk mendukung upaya Walikota Cirebon beserta unsur TNI/Polri dalam menjaga kondusifitas kota Cirebon paska Pemilu 17 April 2019. Kemudian bersepakat Menolak gerakan people power dan menjaga Walikota Cirebon dalam memimpin Cirebon buminya para wali.

” Memang betul kedatangan kami tidak kordinasi terlebih dahulu dengan Walikota. Ini spontanitas saja dari masyarakat yang mencintai kotanya damai dan mencintai Walikotanya yang tidak lelah mengajak semua pihak untuk bersinergi, sabar dan tidak mudah terprovokasi. Saya juga sudah minta maaf ke Walikota karena merasa kaget dan terganggu dengan kedatangan kami. Yang pasti kami siap pasang badan menjaga kota Cirebon dan menjaga pemimpin kami yaitu pak Nasrhudin Azis ,” ujar Prabu Diaz.

(Ron)