Pelaku Usaha Wisata dan UMKM di Malang Antusias dengan KUR Pariwisata

Wisata & Budaya71 Dilihat

MALANG – Pelaku industri wisata di Kabupaten Malang tak perlu khawatir lagi tentang modal untuk pengembangan wisata milik mereka. Karena saat ini pemerintah sedang menggulirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pariwisata melalui Bank Nasional Indonesia (BNI). Program ini juga didukung penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ini terbukti dengan diadakannya Sosialisasi dan Coaching Clinic oleh Kemenpar dan BNI di Pendapa Museum Singhasari, Malang, Senin (18/10).

Selain di hadiri para pejabat Kemenpar dan BNI wilayah Malang turut hadir para peserta yang terdiri dari para pelaku usaha Wisata dan UMKM yang berada di Kabupaten Malang. Dengan diadakannya acara Sosialisasi dan coaching clinic ini, para pelaku usaha nantinya akan mendapatkan bimbingan bagaimana cara memperoleh KUR dan cara menggunakan nya dengan baik.

Acara sosialisasi dan coaching clinic ini diisi pula dengan penandatanganan akad kredit oleh CEO BNI Wilayah Malang, dan secara simbolis menyalurkan kepada 8 penerima KUR Pariwisata. Jenis usaha yang menerima antara lain homestay dan persewaan hardtop dengan pembiayaan mulai dari 15 juta hingga 75 juta.

Asisten Deputi Bidang Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Hengky Manurung mengatakan tahun ini perbankan mengalokasikan anggaran Rp 1.9 Triliun untuk program KUR semua sektor. Dari nilai tersebut, Yang digulirkan pada sektor wisata Rp200 – 500 Miliar.

Lebih lanjut Hengky mengatakan jika Kabupaten Malang memiliki potensi pariwisata sangat besar. Sehingga, dengan adanya KUR sektor wisata ini dia berharap, pariwisata di Kabupaten Malang pun semakin maju pesat.

“Wisata di sini (Kabupaten Malang) potensinya sangat bagus, masyarakatnya juga sangat berperan dalam peningkatan industri wisata. Dan ini akan memberikan dampak yang baik, sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hengky.

Salah satu peran yang dilakukan masyarakat dalam meningkatkan pariwisata, adalah dengan mendirikan home stay, mendirikan pusat kuliner, dan kerajinan. “Ini sangat luar biasa. Ya memang, selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam hal kemajuan pariwisata. Jadi maksimalkan dan gunakanlah dengan baik peluang ini,’ ungkap Hengky.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, mengatakan bahwa sektor pariwisata tak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan pihak-pihak lain, agar wisata di Kabupaten Malang menjadi maju dan berkembang.

Dengan adanya KUR ini, Made pun meminta pelaku industri wisata memanfaatkan dengan baik. “Dengan adanya KUR ini, kami berharap pelaku industri wisata lebih kreatif dalam mengelola industri wisata,” kata Made.

“Semua pelaku industri pariwisata dapat mengajukan KUR. Tentu saja, pemohon KUR wajib menyertakan syarat-syarat agar permohonannya diterima. Kami berharap dengan adanya KUR ini semangat pelaku industri pariwisata akan kian meningkat. Terutama dalam hal meningkatkan sektor wisata di Kabupaten Malang,” ujar Made.

CEO BNI Wilayah Malang, Wiwi Suprihatno, mengatakan Menurutnya, syarat untuk mengakses program KUR tersebut sangat mudah, selama debitur adalah seorang WNI dan telah menggeluti usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan maka permohonan pembiayaan KUR dapat diajukan. Suku bunga yang ditawarkan melalui program KUR pun sangat ringan karena para pelaku UMKM bidang pariwisata hanya perlu membayar bunga ringan sebesar 7% efektif pertahun atau setara dengan 3,79% flat pertahun.

Sementara itu Soleh, salah satu anggota Pokdarwis, mengaku senang adanya KUR ini. Karena dengan adanya program ini, pihaknya akan mendapatkan kemudahan dalam mengembangkan usaha pariwisata.
Dia mengakui, selama ini cukup kesulitan untuk mengembangkan usaha sektor wisata lantaran terhalang dengan permodalan.

“Dengan adanya program ini, kami yakin wisata yang kami kelolah dapat berkembang,” tandasnya.

Senada dengan Soleh, Saifuddin yang memiliki usaha Homestay mengatakan sangat terbantu dengan adanya KUR Pariwisata ini. Selama ini kita para pelaku usaha homestay bingung mencari dana untuk merenovasi atau bahkan menambah jumlah homestay. Jika ada pinjaman dana pun sangat sulit untuk memproses nya dan sangat mahal suku bunga nya. Jadi dengan adanya KUR Pariwisata ini tentu akan sangat membantu.

Sementara itu Menpar Arief Yahya mengatakan pihaknya sangat senang adanya KUR ini. Menurutnya dengan KUR industru wisata akab semakin bergairah.

“Ini akan memberi suntikan semangat bagi pelaku industri wisata. Tentu sangat membantu mengembangkan udaha mereka dibidang pariwisata,” kata Menpar.

The post Pelaku Usaha Wisata dan UMKM di Malang Antusias dengan KUR Pariwisata appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Komentar