CIREBON – Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Dr. H. Moehammad Jasin dikenal sebagai pendiri dan pembentuk Brigade Mobil (Brimob), satuan elite tertua di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Sosoknya menjadi tonggak penting dalam sejarah kepolisian dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lahir di Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara, pada 9 Juni 1920, Moehammad Jasin memulai karier kepolisian pada tahun 1941, ketika Indonesia masih berada di bawah pendudukan Jepang. Tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Jasin memproklamasikan berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945, yang kemudian menjadi momentum bersejarah bagi institusi Polri.
Sekretaris Jendwral Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara, Prabu Diaz didampingi Ketua Umum Paguyubang Urabg Sumedang di Cirebon, Danny Jaelani, mengatakan bahwa kiprah Jasin dalam perjuangan bangsa patut dijadikan teladan bagi generasi muda.
“Selama masa perang kemerdekaan, beliau memimpin pasukan Polisi Istimewa dalam pertempuran di Surabaya, lalu membentuk Brigade Mobil (Brimob) pada tahun 1946. Tidak hanya itu, beliau juga turut menumpas pemberontakan PKI Madiun dan APRA Bandung,” ujar Prabu Diaz yg juga Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Senin (10/11/2025).
Selain berperan besar dalam bidang keamanan, Moehammad Jasin juga mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania pada periode 1967–1970.
Moehammad Jasin wafat pada 3 Mei 2012 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Atas jasa dan pengabdiannya, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015, pada 5 November 2015.
Namanya kini dikenang sebagai Bapak Brimob dan Pelopor Polisi Republik Indonesia, sosok yang meletakkan dasar profesionalisme dan semangat juang dalam tubuh kepolisian hingga kini. (Wandi)




