Cirebon – Seorang anak bernama Affandi Akbar (11) warga kampung Mandalangen, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, dilaporkan tenggelam di Sungai Kriyan, wilayah Mandalangan, Kota Cirebon, pada Senin (4/5/2026) sore. Menurur teman korban yang selamat, korban saat itu sedang berenang di depan situs Lawang Sanga belakang keraton kasepuhan Cirebon. Upaya pencarian sorw itu juga dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, SAR Pencarian Orang Hilang, Polairud Polres Ciko dan masyarakat sekitar.
Namun pencarian yang dilakukan selama dua hari atau Selasa sore tidak belum membuahkan hasil. Tim yang terlibat menyisir aliran sungai sejak hari pertama kejadian, namun korban tetqp belum ditemukan hingga memasuki hari kedua.
Melihat kondisi demikian, Ketua RW Mandalemgen bernama Didi Sunatdi dan Salah satu warga Kampung Mandalangen, berinisiatif menghubungi Prabu Diaz, Panglima Laskar Macan Ali, meminta bantuan untuk berpartisipasi ikut mencari karena Laskar Macan Ali memiliki Tim Satgasus Resque dan keBencana Alaman.
Selasa sore Prabu Diaz beserta tim nya terjun langsung ke TKP dan menyelusuri dari mulai DAS Lawang Sanga sampai Muara Sungai Krian. Selain melakukan upaya pencarian secara manual dan sampai menggunakan drone, tidak membuahkan hasil. Akhirnya Prabu Diaz minta restu kepada Orang Tua Korban disaksikan Kerua RW dan masyarakat setempat untuk melakukan ritual di sepanjang sungai Krian. Setelah di ijinkan, Prabu Diaz mulai melakukan komunikasi dengan makhluk gaib yg menunggu Sungai Krian sekitar pkl 21.00 diatas jembatan Kesunean yg dilintasi sungai Krian.

Ia melakukan ritual di kawasan Sungai Kriyan, tepatnya di Kesunean, hingga malam hari saat hujan turun tengah malam. Dari hasil ritual tersebut, Prabu Diaz menyampaikan kepada Didi Sunardi Kerua RW Mandalangen dan keluarga korban bahwa korban tenggelam Affandi Akabar yg telah hilang selama 2 hari tersebut akan muncul dari dalam sungai Rabu Subuh dengan lokasi antara jembatan Kesunean sampai Muara Sungai.
Ternyata Jenazah akhirnya ditemukan Rabu pagi diatas tumpukan sampah di ujung sungai atau Muara yg masuk dalam wilayah Kesunean Selatan dalam keadaan yg sdh tidak bernyawa.
Setelah itu, jenazah korban akhirnya oleh tim SAR gabungan langsung di evaluasi dan dilakukan pemeriksaan dan kemudian dibawa ke rumah duka kampung Mandalangen.
Saat dimintai keterangan terkait kegiatan spiritual yang dilakukan, Prabu Diaz enggan memberikan penjelasan lebih jauh. Ia hanya menyebut bahwa semua terjadi atas kehendak Allah SWT.
Prabu Diaz juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak bermain di sungai demi menghindari kejadian serupa.
“Harus lebih berhati-hati, jangan bermain di sungai,” ujarnya.
Diketahui, Prabu Diaz sebelumnya juga kerap terlibat dalam sejumlah peristiwa pencarian korban tenggelam.
Dalam beberapa kasus bocah tenggelam, ia disebut turut melakukan pendekatan spiritual saat proses pencarian berlangsung. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk proses lebih lanjut oleh pihak berwenang. (Wnd)




