Danlanal Cirebon Minta Masyarakat Guyub Dan Waspada

Kilas Cirebon70 Dilihat

KilasCirebon.com – Komandan Pangkalan TNI AL Cirebon, Letkol Mar. Yustinus M.Han meminta masyarakat Cirebon untuk guyub, waspada dan menjaga Kondusifitas dengan meningkatkan silaturahmi dan komunikasi baik lintas masyarakat maupun lintas sektoral serta komunitas.

“Kami terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai komponen dan komunitas di masyarakat untuk waspada dan jangan mudah terhasut atau terprovokasi dengan hal-hal yang bertujuan memecah belah terutama yang menyangkut SARA dari kelompok tertentu. Waspadai juga berita hoax yang paling banyak beredar di Medsos,” ujar Letkol Mar. Yustinus.

Lebih lanjut Komandan Lanal Cirebon mengatakan bahwa salah satu upaya pencegahan berkembangnya jaringan teroris adalah pembinaan kepada masyarakat yang dilakukan oleh seluruh komponen baik TNI, Polri, Tokoh Agama serta masyarakat, bahwa cara-cara teror dengan gerakan mengatasnamakan agama itu tidak benar dan merugikan bangsa dan negara. Oleh sebab itu, diminta semua pihak waspada jangan mudah terhasut melakukan gerakan teror termasuk bom bunuh diri.

Sementara itu, Panglima Tinggi Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon, Prabu Diaz, mengakui bahwa pihaknya selalu diajak kordinasi oleh berbagai pihak terkait untuk sama-sama menjaga keamanan di Cirebon, bukan saja dari tindak kriminal tetapi juga pencegahan penyusupan ajaran/ideologi yang menyimpang dari agama maupun hukum negara.

“Betul sekali bahwa setiap saat kami selalu komunikasi dengan para tokoh terutama TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Cirebon. Apalagi sekarang sedang marak teroris, kami baru saja di hubungi Komandan Lanal Cirebon kordinasi untuk terus bergerak, waspada dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat pentingnya menjaga kedaulatan NKRI yang ber- Bhinekka Tunggal Ika dengan berpegang teguh Pancasila,” ujar Prabu Diaz.

Sebagai laskar kesultanan yang juga binaan TNI AL, Laskar Macan Ali berkomitmen menjaga negeri ini sesuai dengan ajaran leluhur yaitu menjadi pelindung dan pengayom masyarakat serta mencegah adanya gerakan pecah belah yang dilakukan oleh kelompok tertentu apalagi menggunakan isu SARA.

(BayuAlSuhendar)

Komentar