Cirebon kota – Pagar pengaman proyek revitalisasi alun-alun Kasepuhan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan raya, karena hampir tumbang ke tengah jalan sisi timur alun-alun yang padat pedagang dan arus lalu lintas.

” Harusnya pagar pengaman bukan menggunakan bahan finil dan dikaitkan saja pada kaso, sehingga mudah tumbang ketika ada angin. Yang paling aman menggunakan rangka kontruksi balok dengan pagar seng. Ini sudah tidak sesuai dengan aturan keselamatan tenaga kerja maupun masyarakat sekitar proyek pembangunan,” ujar Samsudin pengguna jalan yang motor nya hampir tertimpa pagar tersebut.

Kepada kilascirebon.com Samsudin berharap pemerintah dalam hal ini institusi terkait untuk mengevaluasi cara kerja pelaksana dan melaksanakan pekerjaan sesuai aturan yang ditetapkan saat mendapatkan proyek revitalisasi alun-alun kasepuhan yang nilanya milyaran rupiah.

Sementara itu, ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat ( LIra ) Prabu Diaz, pihaknya akan ikut memantau, mengevakuasi dan melaporkan kepada Gubernur Jawa Barat dalm hal ini Dinas Perumahan dan Pemukiman Propinsi Jawa Barat, apabila melihat kejanggalan dlaam pelaksanaan pembangunan tersebut.

” Bila perlu saya laporkan ke institusi hukum baik di tingkat pusat, propinsi maupun daerah. Apabila PT. ATP serampangan dalam pelaksanaan revitlaisasi tersebut. Kami sdh membentuk tim untuk monitoring termasuk bahan material yang digunakan apakah sesuai kontrak dalam penunjukan atau tidaknya,” ujar Prabu Diaz.

Dalam kesempatan tersebut, Prabu Diaz juga secraa resmi akan mengirim surat baik kepada Pelaksana maupun dinas terkait, untuk mengganti pagar pengaman yang lebih kokoh dan aman bagi penggun ajakan dan masyarakat sekitar.

“Apabila tidak ditanggapi, kami yang akan memberhentikan nya daripada membahayakan masyarakat. Mumpung belum terlanjur berjalan, kami juga minta pelaksana nya di evaluasi apakah sesuai blueprint atau tidak,” ujar Diaz.

( Lol)

Loading...