BPCB Banten Berikan Bantuan Mesin Potong Rumput

Kilas Cirebon103 Dilihat

KILASCIREBON.COM, CIREBON– Kantor Badan Pengawasan Cagar Budaya ( BPCB) Banten, selaku institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pelestarian situs dan cagar budaya, kemarin pagi memberikan bantuan mesin pemotong rumput kepada Tim Situs Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon.

Perwakilan BPCB Jabar Banten yang juga Jupel atau juru kunci Situs Pangeran Mancur Jaya, desa Tuk kec. Kedawung kab. Cirebon, Raden Nas Muh. Suparja menyerahkan bantuan tersebut di terima oleh Prabu Diaz di Markas Besar Laskar Macan Ali Kesultanan Cirebon di alun alun timur kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon.

Kepada kilascirebon.com Raden Suparja yang juga dikenal julukan Raden Jaya Nada menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu kepedulian instansinya terhadap pelestarian serta kebersihan cagar budaya yang banyak terdapat di wilayah Cirebon terutama di kewewengkonan Kesultanan Cirebon yang masih eksis sebagai kesultaban Islam tertua di Jawa Barat.

” Kami berharap agar bantuan mesin potong rumput ini dapat di fungsikan dan dioptimalkan untuk kebersihan cagar budaya, terutama yang lokasinya jauh dari keramaiam atau pemukiman penduduk. Apalagi di musim hujan ini, rumput dan alang alang cepat tumbuh dengan subur. Sehingga dengan adanya mesin potong rumput ini dapat memudahkan dan meringankan kerja para jupel,” ujar R.Muh. Suparja.

Sementara itu Petinggi dari laskar Agung Macan Ali kesultanan Cirebon, Prabu Diaz mengungkapkan kegembiraanya atas perhatian serta kepedulian BPCB terhadap kondisi cagar budaya di daerah terutama terhadap para juru pelihara nya yang rata-rata adalah sukarelawan masyarakat setempat sekitar keberadaan cagar budaya tersebut.

“In Shaa Allah mesin potong rumput ini akan digunakan semaksimal mungkin untuk jupel dalam memelihara kebersihan di lokasi situs cagar budaya baik yang berada di kota maupun di kabupaten Cirebon,” ujar Prabu Diaz.

Dalam serah terima bantuan mesin potong rumput dari BPCB tersebut disaksikan pula oleh beberapa pengurus LMA,  pemerhati lingkungan dan aktifis Cinta budaya dari Jakarta serta aktifis lingkungan Cirebon.
(Katavie)