Polres Cirebon Kota Gelar Kirab Bhinekka Tunggal Ikka

Loading...

KILASCIREBON.COM, KEJAKSAN – Polres Cirebon kota kemarin menggelar Apel Akbar dan kirab Bhinekka Tunggal Ikka yang diikuti oleh seluruh komponen masyarakat di kota Cirebon dan Kuningan dengan dikawal oleh Laskar Kesultanan Cirebon dengan pakaian adat pangsi bersenjata lengkap pusaka tosan aji.

Setelah apel kebersamaan dan ikrar NKRI Harga Mati, peserta apel melakukan kirab dari alun alun kejaksan sampai Balaikota Cirebon dengan diawali Dwaja Kesultanan Cirebon yaitu Rajah Macan Ali yang dikawal Laskar Agung Macan Ali, disusul kereta Kencana  Paksi Naga Liman, Pasukan TNI, Polri, Mahasiswa, budayawan, Ormas/OKP, Klub Motor, Pramuka, Abang becak dan ditutup seni Barongsay dari vihara Dewi Welas Asih.

Dalam Sambutannya Kapolres Cirebon Kota AKBP Drs. Ade Vivid B. Sik mengatakan bahwa pihaknya merasa kaget dengan banyaknya komponen yang menyambut acara yg digelar secara spontanitas tersebut. Padahal ide yang diinisiatori oleh beberapa aktifis di kota Cirebon dan Kuningan begitu mendadak tetapi begitu hikmat dan meriah.

” saya secara pribadi maupun kedinasan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg mendukung acara ini. Jujur saja bahwa ini sebuah bukti bahwa masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya masih menjunjung tinggi Ke- Bhineka-an dalam menjaga kedaulatan NKRI. Cirebon ini penduduknya Multi etnis dan agama. Tapi tetap rukun dan saling menjaga toleransi, ini terbukti semua kompak dalam keseharian,” ujar Kapolres AKBP Ade Vivid didampingi Kasat Binmas AKP Ali Mashar.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Walikota Cirebon Drs Nasarudin Azis maupun Komandan Kodim 0614 Cirebon Letkol Inf. Suharman Zulham Msi bahwa Cirebon sebuah daerah yang tertata dan terjaga kebersaman serta dinamis sejak dahulu. Masyarakatnya juga hidup membaur tidak terkotak dan masih menjunjung kegotong royongan di masyarakat tidak ada pembedaan dalam keseharian.

Sementara itu Panglima Laskar kesultanan Cirebon, Ustdaz Siswoyo kepada Kilascirebon.com mengatakan bahwa kegiatan apel akbar dan kirab kebinekaan ini, merupakan salah satu cara mengingatkan kepada masyarakat agar tidak lupa bahwa NKRI ini  harus dijaga dan kita hidup berdampingan dengan etnis atau suku lain termasuk berbagai agama dan kepercayaan.

” Leluhur kami mengajarkan untuk terus syiar agama  tapi dengan santun dan menjaga kebersamaan atau keguyuban. Cirebon itu kota wali dan buminya para Wali. Siapa saja yang bikin rusuh serta anarkis ajan kami hsdspi,” ujar Suswoyo.

Hadir dalam acara tersebut, ketua DPRD Edi Suripno, Danyon Arhanud Letkol Arh Adhi Kurniawan, perwakilan Danlabal dan POM TNI serta Ulama dan tokoh masyarakat.
(fdl)

Loading...